abay bicara

Malam dingin berselimutkan bintang..
semilir angin berhembus riang..
temani insan kesepian dengan sejuta keindahan yang agung..

dalam sepi...ku termenung
menatap bintang dengan bingung..

bintang?aku rindu padanya,,,,
rindu semua hal tentangnya...
aku rindu senyumnya..
aku rindu suaranya,,,
aku rindu tatapan sendu matanya..

apa yang harus kulakukan...??
kututup mata qwu ,,,,wajahnya terlintas lekat dalam pikiran qwu..
kubuka buku qw...namanya lah yang tertulis lewat tangan qwu ,,,,

ku tag tau harus bagaimana ,.,,
tapi ku tag ingin rasa ini hilang,,,qwu hanya ingin rasa rindu dan sayang ini selalu ada...
tak lekang oleh waktu,,

aku sayang kamu,.,,

Read More ..
abay bicara

haaaaaaaaaaaaaaaaa...................time is running out...?????!!!


tag terasa tlah 3 tahun kita semua lalui..(bwat yg SMA to SMP)...ujian bentar lage...hugkz ....sangat singkat ternyata hidup ini ,,,sebentar lagi kita semua para murid, akan memasuki fase baru dalam kehidupan..fase yang pasti datang walaupun kita coba tuk lari. Fase dimana jika kita lalui dengan baik, dan berusaha sungguh-sungguh maka masa depan akan menanti dengan senyum cerah.
banyag pro dan kontra akan ujian, satu sisi ujian adalah satu syarat yang wajib hukumnya untuk dilakukan supaya bisa lulus ujian, tapi disisi lain, banyak siswa (termasuk saia) yang merasa hal ini sangatlah tag adil,

Kita sekolah hampir 12 tahun ...(Buat yg SMA, 12 tahun hidup habis tuk sekolah, tapi nasib untuk masa depan yang cerah ditentukan oleh 3-6 hari saja...dan kalo kita hitung lebih lanjut cuma kurang lebih 12 jam saja nasib itu dipertaruhkan.
suatu hal yang miris bukand.?
banyak protes yang dilakukan siswa-siswi di seantero negeri ini untuk menolak adanya UAN sebagai syarat wajib lulus,,,,tapi pemerintah sepertinya sudah memantabkan hati untuk tetap membuat UAN sebagai syarat wajib lulus.
Padahal, dengan adanya syarat wajib ini, banyak membuat siswa-siswi mencari jalan pintas supaya bisa lulus. Hal ini tentu membuat tujuan pemerintah untuk mencerdaskan bangsa melenceng dari koridornya. Timbul pertanyaan,kenapa?jawabannya mudah, karena banyak siswa yang merasa tag mampu dan terbebani dengan adanya syarat wajib lulus UAN ini. sehingga mengakibatkan mereka lebih baik mencari jawaban atau soal UAN dengan cara bergerlya dengan membawa senapan yang beramunisikan duit.
Nilai yang menjadi passing grade terlalu tinggi untuk dikejar oleh murid, tahun ini siswa ditekankan untuk mendapat nilai dengan rata-rata 5,00 dan tak boleh mendapat nilai 4,00 lebih dari dua mata pelajaran.
Tak hanya itu yang membuat berad, mata pelajaran pun bertambah menjadi enam ...tiga aja berat ...apa lagi enam..BISA GILA SAYA.....(^^_)!!!
Bisa botag saya punya kepala kalau gini....mati kutu .....hadududududu.........

Read More ..
Label: 0 komentar | edit post
abay bicara

Jujur saya bingung. Kata apakah yang tepat untuk mengisi judul blog ini. Berkaca kehidupan Banjarmasin satu abad yang lalu, kota ini memang layak sekali untuk di bilang kota seribu sungai atau bisa di bilang venesia-nya asia. Sungai Martapura yang membelah kota, dan sungai-sungai kecil yang membentuk kanal-kanal, hidup berdampingan dengan masyarakat kota ini. Detik nadi kehidupan masyarakat pun berawal dari sungai ini. Bisa di bilang masyarakat banjar telah menjadi suku anak sungai, maksudnya suku yang hidup karena adanya sungai.

Tapi kita lihat sekarag, apakah sebutan "seribu sungai" itu masih pantas di sandang oleh kota ini ?. Sungai-sungai yang seharusnya menjadi kebanggaan dan identitas kota ini semakin lama-semakin hilang tergerus perkembangan zaman dan modernisasi yang tak bisa dibendung. Modernisasi yang menjamah suatu daerah harusnya dapat memberikan dampak yang bagus untuk daerah tersebut bukannya malah memberikan efek negatif. Selama satu abad perjalanan kota ini, banyak sekali sungai yang di tutup/di uruk hanya untuk mendirikan bangunan permanen/semipermanen,baik fungsinya sebagai tempat tinggal ataupun sebagai lahan bisnis. Padahal jelas-jelas dalam Peraturan Menteri PU Nomor
63/PRT/1993 tentang Garis Sempadan dan Sungai, Daerah Manfaat Sungai,
Daerah Penguasaan Sungai Dan Bekas Sungai.:
1. Membuang sampah, limbah padat maupun cair;
2. Mendirikan bangunan permanen untuk hunian dan tempat usaha.

Terlihat jelas dari peraturan di atas,  bahwa dilarang keras untuk mendirikan bangunan permanen untuk hunian dan tempat usaha. tapi nyatanya apa .???peraturan itu hanya tegas di atas kertas, dalam pelaksaannya belum. Banyak bangunan permanen yang mengganggu jalannya sungai. Contoh nyatanya saja bangunan yang ada di sepanjang jalan veteran dan kuripan. Sungai memang masih ada...tapi kalau boleh jujur, itu sungai atau apa sih .?(sempit amat, dangkal lage, jukung j kaga muat)

Sungai yang dulunya banyak sekarang berganti dengan ruko-ruko  yang menjamur,baleho-baleho yang berseliweran, sampah-sampah yang membludak. Identitas kota seperti sudah tergantikan dengan modernisasi dan pembagunan, tapi perubahan ini malah membawa pengaruh buruk bagi kota ini.

Sungguh suatu ironi,kota yang di bangun dengan memanfaatkan keberadaan sungai , kenapa sekarang malah seperti "berkhianat" terhadap sungai yang telah menjadi nadi kota ?. 

Read More ..